latest articles

Djarot: Kami Akan Tetap Berdiri Bersamamu Untuk Memperjuangkan Nilai-Nilai Yang Di Perjuangkan Pak Basuki

Indo Lahan - Pelaksana tugas Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat ikut menyemangati istri Gubernur non-aktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, Veronica Tan.


Djarot mengungkapkan hal itu melalui akun Instagram miliknya di @djarotsaifulhidayat, Selasa (23/5/2017). Djarot mengunggah foto Veronica yang sedang membacakan surat dari Ahok, siang tadi.

"Kami akan tetap berdiri bersamamu Bu @veronicabtp, bersama-sama memperjuangkan nilai-nilai yang diperjuangkan Pak @basukibtp menuju Indonesia yang lebih baik," tulis Djarot dalam keterangan foto tersebut.

Keluarga Ahok telah memutuskan untuk membatalkan banding dalam kasus penodaan agama. Saat membacakan surat dari Ahok, Veronica Tan menangis, tak kuat menahan air matanya.

Surat itu ditulis Ahok langsung dari ruang tahanannya di Mako Brimob, Depok, Jawa Barat. Veronica membacakan surat Ahok, saat jumpa pers di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (23/5/2017).

"Pada saat kami sebagai keluarga memutuskan tidak banding, bapak minta saya untuk bacakan surat ini untuk semua...," ucap Veronica saat mendapat kesempatan bicara.

Adapun, Ahok divonis hukuman dua tahun penjara. Ahok dinyatakan bersalah dalam kasus penodaan agama.

===================================================

TOP RATING BANDAR BOLA DAN SITUS POKER ONLINE INDONESIA TER-UPDATE, TERBAIK DAN TERPERCAYA 2016/2017



===================================================

Read more

Mendagri : Di Era Pak Jokowi Ini, Ada Komisaris BUMN Yang Berani Teriak - Teriak Anti Pancasila. Siapa ?

Indo Lahan - Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo kembali menyinggung salah seorang tokoh nasional yang menjabat Komisaris Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di era Pemerintahan Presiden Joko Widodo.


Menurut Tjahjo, tokoh tersebut menyebut dirinya anti-Pancasila.

"Bayangkan ada tokoh nasional. Komisaris BUMN zaman Pak Jokowi saat ini. Ketua umum sebuah organisasi masyarakat yang besar, berteriak, kita anti-Pancasila," kata Tjahjo, di Jakarta, Senin (22/5/2017).

Bahkan kata Tjahjo, orang tersebut juga menyebut akan menjadikan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai negara Islam.

Baca Juga >>> Presiden Joko Widodo: Jika Ada Ormas Anti-Pancasila Di Indonesia, Kita Gebukin, Kita Tendangi, Jangan Di Tanya Lagi

"Indonesia akan jadi negara Islam. Bayangkan tokoh nasional, mantan menteri, sekarang Komisaris BUMN besar, teriak-teriak dengan seenaknya. Kami anti-Pancasila, kami ingin ubah Indonesia dengan negara Islam," ujar Tjahjo.

"Kalau dia orang Islam ya lakukan ajaran Islam dengan baik, sesuai Al Quran dan Hadist. Tapi negara tidak boleh dibawa-bawa," kata politisi senior Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) itu.

Bahkan, menurut Tjahjo, yang bersangkutan ingin mengubah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) menjadi negara Islam.


Tjahjo berharap, tokoh tersebut dicopot dari jabatannya.

"Ya harus (pecat) dong. Ini sudah membawa warna (anti-Pancasila). Misal, Anda pengurus PWI teriak (anti-Pancasila), ya yang kena PWI-nya," kata Tjahjo, di Jakarta, Senin (22/5/2017).

Akan tetapi, soal pencopotan tersebut, politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menyerahkan sepenuhnya kepada Menteri BUMN, Rini Soemarno.

"Ada rekamannya. Pak Wiranto menyebut data itu ada. Rekaman visualnya ada, fotonya di mana, jam berapa, itu ada semua. Soal jabatan dia apa, kalau copot itu urusan Menteri BUMN," ujar Tjahjo.
===================================================

TOP RATING BANDAR BOLA DAN SITUS POKER ONLINE INDONESIA TER-UPDATE, TERBAIK DAN TERPERCAYA 2016/2017



===================================================

Read more

Hanya Karna Pilkada, Ahok Di Nyatakan Bersalah dan Bikin Shock Langsung Masuk Penjara

Indo Lahan - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat heran terhadap keputusan majelis hakim yang menjatuhkan vonis 2 tahun penjara kepada Gubernur non-aktif DKI Jakarta Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama.


Ahok dianggap terbukti melakukan penodaan agama. Djarot menilai, bagaimana mungkin Ahok yang berniat untuk membangun masjid di salah tempat keramat, Makam Mbah Priok di Jakarta Utara bisa dianggap melakukan penodaan agama.

Djarot menilai, apa yang dialami Ahok merupakan imbas dari pihak-pihak yang tidak senang saat Ahok mencalonkan diri sebagai calon gubernur DKI Jakarta. Ia menganggap banyak muatan politis terhadap keputusan itu.


"Di satu sisi Pak Ahok dituduh dan dinyatakan bersalah menodai agama. Bagaimana bisa seseorang yang demikian peduli dan demikian menghargai, menghormati, membangunkan rumah ibadah sebagai tanggung jawabnya sebagai gubernur," ujar Djarot saat acara "Malam 1000 Cahaya" di Makam Mbah Priok, Jakarta Utara, Sabtu (20/5/2017)

"Beliau hanya gara-gara Pilkada di goreng sana sini dan dinyatakan bersalah dan bikin shock langsung dimasukan ke penjara," ujar Djarot.


Meski demikian, Ahok, kata Djaro,t tak pernah mengeluh. Saat bertemu di penjara, Ahok bahkan menanyakan soal perkembangan pembangunan masjid di Makam Mbah Priok.

"Beberapa waktu yang lalu saya diskusi banyak dengan Pak Ahok. Bayangkan situasi seperti itu dia masih berbicara kerja kerja dan kerja termasuk menanyakan kemajuan pembangunan Makam Mbah Priok ini," ujar Djarot.

Saat ini Ahok masih mendekam di Rumah Tahanan Mako Brimob, Depok.
===================================================

TOP RATING BANDAR BOLA DAN SITUS POKER ONLINE INDONESIA TER-UPDATE, TERBAIK DAN TERPERCAYA 2016/2017



===================================================

Read more

Upaya Menjaga Keutuhan Pancasila Sebagai Dasar Negara

Indo Lahan - Keberadaan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia kembali diusik. Pemerintah membubarkan organisasi kemasyarakatan (ormas) yang terbukti menolak Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 sebagai dasar negara, dan berusaha memasukan ideologi lain yang tidak sesuai dengan UUD 1945. Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) menjadi ormas pertama yang dibidik pemerintah. 


Sejarah mencatat bukan kali ini saja Pancasila diupayakan begitu ketat oleh pemerintah. Khususnya pada masa Orde Baru, pemerintah bahkan menjadikan Pancasila sebagai satu-satunya asas atau asas tunggal di setiap organisasi yang berdiri di Indonesia. Tidak hanya itu, penanaman nilai-nilai Pancasila hingga ke sendi-sendi terkecil masyarakat pun dilakukan.

Baca Juga >>> Pengacara Rizieq : Sebenarnya Habib Rizieq Ingin Kembali Ke Indonesia, Tapiii....

Selengkapnya dapat disimak dalam Infografis di bawah ini:


===================================================

TOP RATING BANDAR BOLA DAN SITUS POKER ONLINE INDONESIA TER-UPDATE, TERBAIK DAN TERPERCAYA 2016/2017



===================================================

Read more

Taat Konstitusi, Jokowi Menegaskan, Jika PKI Nongol, Gebukin Aja

Indo Lahan - Presiden Joko Widodo menegaskan, konstitusi menjamin hak berserikat dan berkumpul. Namun jika ada yang melawan konstitusi akan "digebuk".


Presiden menegaskan, organisasi yang jelas-jelas bertentangan dengan Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI tak bisa dibiarkan.

Pemerintah, kata Jokowi, tidak bakal ragu menindak organisasi-organisasi tersebut. 

"Saya dilantik jadi Presiden yang saya pegang konstitusi, kehendak rakyat. Bukan yang lain-lain. Misalnya PKI nongol, gebuk saja. TAP MPR jelas soal larangan itu," ujar Jokowi saat bersilaturahmi dengan sejumlah pemimpin redaksi media massa di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (17/5/2017).

Jokowi menyebut, langkah menggebuk mereka yang melawan konstitusi merupakan bagian dari penegakan hukum.

"Indonesia adalah negara demokrasi sekaligus negara hukum. Kalau ada keluar dari koridor itu, yang pas istilahnya ya digebuk," ujarnya.

Soal istilah digebuk yang pernah digunakan Presiden Soeharto di akhir masa jabatannya, sengaja dipilih Jokowi untuk menunjukkan ketegasan pemerintah dan negara.

"Kalau dijewer, nanti dikatakan Presiden tidak tegas," ujarnya sambil tersenyum.

Meskipun demikian, ketegasan itu diletakkan dalam nilai moral, etika dan keadaban bangsa Indonesia. Di lapangan, Presiden minta Kepala Polri untuk tegas bertindak.

"Jika ada bukti dan fakta, lakukan penegakan hukum. Jangan pakai hitung-hitungan lain selain penegakan hukum," ujar Jokowi.
===================================================

TOP RATING BANDAR BOLA DAN SITUS POKER ONLINE INDONESIA TER-UPDATE, TERBAIK DAN TERPERCAYA 2016/2017



===================================================

Read more

Entri Populer